Materi 7 : Apa itu CMS ?

Bismillah, teman-teman sekalian, semoga ini merupakan materi yang dinanti-nantikan oleh para peserta Belajar Membuat Website di Grup WhatsApp yang kami asuh. Mungkin tulisan kali ini agak sedikit lebih panjang, semoga teman-teman bisa membacanya dengan cermat sampai selesai.

Sebenarnya sudah banyak yang menulis tentang tutorial belajar membuat website seperti yang saya sajikan di beberapa tulisan sebelumnya, atau mungkin juga tulisan-tulisan yang akan datang. Namun yang berbeda dengan apa yang saya tulis menurut saya - oleh karena perbedaan inilah saya menulis serial tutorial ini - adalah urutan belajar yang saya paparkan insya Allah sangat sistematis dengan bahasa yang saya usahakan sesederhana mungkin, sehingga para pemula pun tidak galau mempelajarinya dan materi yang teman-teman serap akan mudah dipahami sedikit demi sedikit tapi matang.

Baiklah, kembali ke judul tulisan ini, Apa itu CMS ?

Sebelum saya terangkan mengenai CMS, pernahkah teman-teman mendengar bahwa untuk membuat sebuah website seseorang harus menguasai terlebih dahulu skill dasar tentang bahasa pemograman? html, java, php, css dan javascript? dan dan dan seterusnya, istilah-istilah yang membuat anda akhirnya berhenti belajar membuat website karena kebingungan? Nah, CMS adalah solusi tepat bagi anda.

Pengertian CMS (Content Management System)

CMS yang kepanjangannya Content Management System adalah sebuah aplikasi yang akan membantu kita mengelola konten-konten yang ada di dalam website kita, seperti tulisan, foto, audio, video dan dokumen-dokumen lainnya.



Menurut Wikipedia, CMS artinya singkatan dari Content Management System atau dalam Bahasa Indonesianya Sistem Manajemen Konten merupakan perangkat lunak (aplikasi) yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs web.


Dalam bahasa sederhannya, CMS merupakan semacam kumpulan bahasa pemograman yang sudah dikemas menjadi satu perangkat tools (alat) yang memudahkan anda dalam pembuatan dan juga pengelolaan sebuah website atau blog.

Jadi sebenarnya web apa saja butuh dan wajib menggunakan CMS karena kit aakan dengan mudah bisa menyuguhkan konten-konten dinamis, seperti web blog, web berita, web media informasi dan web lainnya yang berorientasi pada konten, baik itu artikel, foto dan juga video.

Intinya dengan CMS anda tidak perlu lagi menulis ulang bahasa pemograman (seperti html, java, php, css dan javascript) untuk membuat sebuah halaman web atau halaman baru, dengan CMS anda bisa dengan mudah mengedit atau memasukkan konten-konten apa yang dibutuhkan oleh website anda.

Teman-teman sekalian, CMS itu kalau boleh saya analogikan ibarat sistem operasi Windows, Ubuntu atau Mac Os pada sebuah komputer atau ibarat Windows Phone, Android atau iOS pada smartphone, dimana dengan sistem operasi tersebut seluruh kebutuhan dari telefon, berkirim pesan, membuat dokumen, berkirim email, berinternetan dapat diakomodir dengan baik. Adapun fungsi utama CMS adalah untuk mengelola seluruh kebutuhan website, seperti mengupdate artikel atau video, memperbaharui tampilan website, dan seterusnya.

Jadi, CMS adalah sebuah kemudahan yang diciptakan para programmer untuk kita dalam mengelola website.

Manfaat CMS (Content Management System)

Beberapa manfaat dari penggunaan CMS dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Manajemen Data

Ini merupakan fungsi utama dari CMS. Semua data/informasi baik yang telah ditampilkan ataupun belum dapat diorganisasi dan disimpan secara baik. Suatu waktu data/informasi tadi dapat dipergunakan kembali sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, CMS juga mendukung berbagai macam format data, seperti XML, HMTL, PDF, dll. Untuk menggunakan CMS biasanya pengetahuan tentang bahasa pemrograman tidaklah terlalu dibutuhkan, karena semua proses berjalan dengan otomatis (WYSIWYG). Begitupula dengan proses ‘update’, dapat dilakukan dengan cepat sehingga menjamin kemutakhiran informasi yang ditampilkan.



  • Mengatur Siklus Hidup Website

Banyak CMS memberikan fasilitas kepada para penggunanya untuk mengelola bagian atau isi mana saja yang akan ditampilkan, masa/waktu penampilan dan lokasi penampilan di website. Tak jarang sebelum ditampilkan, bagian atau isi yang dimaksud terlebih dahulu di-review oleh editor sehingga dijamin kevaliditasannya.



  • Mendukung Web Templating Dan Standarisasi

Setiap halaman website yang dihasilkan berasal dari template yang telah terlebih dahulu disediakan oleh CMS. Selain dapat menjaga konsistensi dari tampilan secara keseluruhan, para penulis dan editor dapat berkonsentrasi secara penuh dalam melaksanakan tugasnya menyediakan isi website. Bila isi telah tersedia, maka proses publikasi dapat berjalan dengan mudah karena sudah ada template sebelumnya. Beberapa bagian dari website biasanya telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat diubah begitu saja. Hal ini dilakukan untuk memberikan standarisasi kepada seluruh bagian dari website.



  • Personalisasi Website

Sekali sebuah isi ditempatkan ke dalam CMS, isi tersebut dapat ditampilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari penggunanya. Terlebih lagi dengan kelebihan CMS yang dapat memisahkan antara desain dan isi, menyebabkan proses personalisasi dapat berjalan dengan mudah.



  • Sindikasi

Sindikasi memberikan kemungkinan kepada sebuah website untuk membagi isinya kepada website-website yang lain. Format data yang didukung juga cukup variatif mulai dari rss, rdf, xml hingga ‘backend scripting’. Sama halnya dengan personalisasi, sindikasi juga dapat dilakukan dengan mudah karena isi dan desain telah dibuat terpisah.



  • Akuntabilitas

Oleh karena CMS mendukung alur kerja dan hak akses yang jelas kepada para penggunanya, data/informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Setiap penulis ataupun editor memiliki tugas masing-masing dengan hak akses yang berbeda-beda pula. Dengan demikian setiap perubahan yang terjadi di website dapat ditelusuri dan diperbaiki seperlunya dengan segera.

CMS pada prinsipnya dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan dan dalam berbagai kondisi, seperti untuk:
a. Mengelola website pribadi.
b. Mengelola website perusahaan/bisnis.
c. Portal atau website komunitas.
d. Galeri foto, dan lain sebagainya.
e. Forum.
f. Aplikasi E-Commerce.
g. Dan lain-lain.

Baiklah, kita istirahat dulu sejenak ya...


Oke mari kita alanjutkan...

Jenis CMS (Content Management System)

Dari sekian banyak produk CMS yang beredar di pasaran, kita dapat membaginya dalam dua golongan besar.

  • CMS yang bersifat komersial

Dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan software yang menjalankan usahanya dengan motif mencari keuntungan. CMS jenis ini memiliki dan menyediakan hampir semua feature yang diharapkan dari sebuah CMS dan tentu saja tidak tersedia secara gratis. Setiap pengguna yang ingin memanfaatkan CMS komersial untuk mengelola websitenya haruslah membeli lisensi dari perusahaan pembuatnya. Lisensi yang tersedia sangatlah bervariasi, mulai dari lisensi yang berdasarkan kepada jumlah pengguna sampai kepada lisensi yang sifatnya multiserver dan dari yang berharga ribuan dollar AS sampai kepada jutaan dollar AS. Semua dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan implementasi yang diharapkan pengguna.

Sebagai layanan purna jual, biasanya perusahaan CMS akan memberikan pelatihan dan dukungan teknis berkelanjutan kepada para penggunanya. Tidak hanya itu, versi terbaru dari produk yang dipakai, juga dapat diperoleh dengan leluasa di area anggota dari website perusahaan CMS yang dimaksud.



  • CMS Open Source

Dibuat dan dikembangkan oleh sekelompok orang atau perusahaan yang intinya memberikan sebuah alternatif murah dan terjangkau kepada para pengguna. Tersedia secara gratis dan dapat dipergunakan sesuai dengan kebutuhan tanpa ada batasan. CMS jenis ini juga memberikan akses kepada penggunanya akan kode-kode pemograman, sehingga memudahkan pengguna memodifikasi CMS di masa-masa yang akan datang. Karena kode pemrograman terbuka untuk umum, secara tidak langsung para pengguna bahu-membahu dalam hal melacak dan memperbaiki bugs yang ada, menambah dan meningkatkan fungsi dan kemampuan CMS dan memberikan dukungan teknis dan non-teknis kepada yang membutuhkan. Sehingga prinsip dari komunitas, oleh komunitas dan untuk komunitas tidaklah terlalu berlebihan untuk menggambarkan situasi pengembangan CMS Open Source.

Walaupun gratis, bukan berarti CMS Open Source tidak memerlukan lisensi dalam pemakaiannya. Bedanya, lisensi di sini berbentuk sebuah pernyataan yang biasanya menerangkan bahwasanya software CMS tersebut dapat dimodifikasi dan dikembangkan lebih lanjut dengan syarat semua kredit dihormati dan kode tetap terbuka untuk umum. Lalu, apakah seseorang bisa memanfaatkan teknologi ini untuk keperluan komersial? Tentu saja bisa. Asalkan tidak mengenakan biaya atas CMS yang dipakai kepada klien, tapi lebih kepada biaya pembuatan dan perawatan website. Saat ini banyak sudah pihak yang beralih ke CMS Open Source, setelah mengingat dan menimbang kemampuan yang ditawarkan CMS Open Source tidak jauh berbeda dengan CMS komersial dan biaya yang terjangkau.

Dapat dikatakan dua jenis yang telah disebutkan di atas dimaksudkan untuk berjalan/dioperasikan di server sendiri. Sementara itu, bagi anda yang ingin menggunakan CMS tapi tidak memiliki server sendiri, jangan lekas putus asa. Saat ini sudah tersedia berbagai CMS yang dapat disewa langsung dari penyedianya dengan memanfaatkan server yang mereka miliki. Dengan demikian anda tidak perlu lagi memikirkan bagaimana cara menginstalasi dan memodifikasi sebuah CMS, karena hampir semua yang dibutuhkan telah dipenuhi oleh pihak penyedia. Sebuah solusi yang bagus untuk anda yang ingin segera menikmati berbagai keuntungan CMS.


Macam-Macam CMS (Content Management System)
Ada beragam jenis CMS bertebaran, dari yang berbayar maupun yang gratis. Dibawah saya akan sebutkan beberapa CMS yang berstatus open source, bebas anda download dan anda gunakan untuk keperluan website anda. Karena ada begitu banyak jadi saya sebutkan 3 terbaik (versi saya) saja yaMari kita perhatikan beberapa contoh CMS berikut ini;

#1 Wordpress.org (berbeda dengan Wordpress.com, nanti akan ada tulisan khusus membahasnya)


WordPress merupakan sebuah platform CMS untuk website yang paling populer dan paling banyak digunakan oleh para pengembang website. Dengan wordpress anda bisa membuat sebuah web blog, web corporate, web portofolio, web online shop dengan beberapa tambahan plugin.

WordPress satu dari sekian CMS yang menurut saya “Easy to Use”. Ya, mudah digunakan. WordPress mudah digunakan bagi siapa saja, bagi level expert ataupun yang masih newbie (baru belajar web).

#2 Joomla


Joomla juga salah satu yang terbaik dari sekian banyak CMS yang ada. Juga memiliki support dan dukungan komunitas yang baik. Joomla menyediakan berbagai macam ekstensi untuk menambah fungsional web site anda.

Bagi saya joomla sedikit rumit, tidak cocok bagi anda yang baru belajar membuat web. Joomla cocok untuk level menengah dan yang sudah sedikit tahu tentang web development.

#3 Drupal


Drupal juga satu CMS yang bagus, tetapi menurut saya cocok digunakan untuk level mahir. Drupal bebas digunakan untuk berbagai macam aplikasi web. Dan drupal juga membebaskan anda mempadupadankan dengan framework yang anda buat sendiri.

Cukup dulu yah, ke depan kita akan belajar 1 (satu) buah CMS saja, yaitu Wordpress. Mengapa Wordpress, alasannya akan saya kupas di tulisan saya berikutnya.




« MATERI SEBELUMNYA   MATERI SELANJUTNYA »
TAG